ARIF RH

Change Your Vibration, Change Your Life

PERTANYAAN WAJIB DALAM HIDUP ; SAYA SEDANG MENGGUNAKAN FORCE ATAU POWER? – Bagian 2

Dulu saya adalah aliran “massive action”, yaitu sebuah aliran dimana katanya kunci kesuksesan adalah kerja keras mati-matian, habis-habisan. Kalo masih belum tercapai maka itu tanda saya masih kurang kerja keras dan kurang “habis-habis”an kerjanya. Waktu itu saya belum memahami soal getaran pikiran dan perasaan ikut menentukan hasil. Oleh karenanya saya dulu menggunakan kebencian dan dendam sebagai penggerak action saya. Saya benci dengan keadaan saya punya banyak hutang, saya benci orang yang saya cintai menikah dengan orang lain. Lihat, awas kamu ya !! Kamu bakalan menyesal telah meninggalkan saya !!!. Amarah itu membangkitkan api semangat menggebu-gebu bagi saya mengejar impian. Namun apa yang terjadi? Semua malah tambah sulit, utang saya malah tambah banyak.

 .

Jika kita bahas cuplikan pengalaman saya itu nampak sekali bahwa saya menggunakan FORCE, yaitu MARAH, BENCI, KEINGINAN dan HASRAT YANG SANGAT KUAT TERHADAP SESUATU. Ya pantas saja hasilnya amburadul, bahkan ambu-entut ha ha ha ha ha. Dan jika saya berhasil mendapatkan apa yang saya inginkan maka sudah bisa dipastikan semuanya akan amblas satu per satu. Rekan-rekan saya banyak yang mengalami begitu. Dalam hati saya prediksikan akan mengalami begini begitu dan betul terjadi. Mengapa saya bisa tahu padahal saya hanya mengamati? Lha mereka semua pakai FORCE. Mereka bisa dapet duit banyak, punya mobil, rumah dan sebagainya. Beberapa tahun kemudian amblas semuanya dan terbelit utang setengah milyar lebih. Saya deh yang harus repot menerapi mereka.

 .

Stress

.

Semenjak saya menyadari bahaya penggunaan FORCE ini saya BERHENTI MENJADI MOTIVATOR. Ya, anda tidak salah baca, SAYA SUDAH LAMA BERHENTI MENJADI MOTIVATOR. SAYA BUKAN MOTIVATOR saudara-saudara. Dalam pelatihan-pelatihan saya tidak lagi membombardir peserta dengan kata SEMANGAT dan IMPIAN, itulah sebabnya saya TIDAK COCOK disebut MOTIVATOR he he. Saya banyak membawa ke zona IKHLAS, MENERIMA, SYUKUR dan PASRAH. Karena di sana lah wilayah POWER. Saya mengamati peserta pelatihan saya waktu awal-awal tahun 2007 yang saya jejali dengan konsep MENGEJAR IMPIAN kehidupannya malah morat-marit dan mudah sekali putus asa. Yang pelajar juga prestasinya tambah morat-marit. Ini dosa saya di masa lalu yang tidak boleh terulang. Saya telah merusak kehidupan mereka dengan ajaran-ajaran di wilayah FORCE. Sementara saya amati peserta pelatihan yang saya kenalkan dengan konsep POWER terutama para pelajar, malah hasil ujian nasinal mereka bagus. Padahal dalam sesi tersebut mereka saya minta untuk MELEPASKAN KEINGINAN UNTUK LULUS. Eh malah 100 % LULUS. Dan ini MURNI. Beberapa sekolah tersebut hingga saat ini telah mengundang saya memberikan pelatihan sudah 3 kali dalam 3 tahun terakhir.

 .

Pertanyaannya, apakah FORCE itu sedemikian buruk? No !!! Dalam kadar yang tidak berlebihan itu bermanfaat, namun jika berlebihan akan menjadi racun dalam kehidupan. Kita ambil contoh dalam FORCE ada RASA BERSALAH. RASA BERSALAH ini pada awalnya sangat bagus untuk mendorong orang melakukan PERMINTAAN MAAF dan BERTAUBAT. Namun jika berkepanjangan akan sangat berbahaya. Taukah anda bahwa RASA BERSALAH yang BERKEPANJANGAN merupakan perasaan yang paling dominan yang membuat orang melakukan bunuh diri? Oleh karenanya RASA BERSALAH menurut penelitian David R. Hawkins, M.D., Ph.D., berada di level terbawah yang sangat menyedot energy manusia. Artinya, SANGAT BERBAHAYA. Ini pula sebabnya mengapa salah satu kunci keajaiban dalam hidup adalah MEMAAFKAN, yang dalam hal ini termasuk MEMAAFKAN DIRI SENDIRI. MEMAAFKAN akan membuat kita bisa MENERIMA DIRI SENDIRI dan MENERIMA KENYATAAN akhirnya bisa BERSYUKUR serta MENGAMBIL HIKMAH. Oleh karenanya MEMAAFKAN masuk ke dalam kategori POWER. Dan jika kita sadari inilah sebabnya kenapa TUHAN juga mengenalkan DIRI-NYA sebagai MAHA PENGAMPUN, karena ketika manusia menyadari adanya sifat itu manusia akan TERBEBAS dari RASA BERDOSA dan RASA BERSALAH yang BERKEPANJANGAN. Semua SIFAT TUHAN yang kita kenali sebenarnya bertujuan untuk membawa setiap manusia menuju zona POWER, bukan zona FORCE. Namun yang terjadi tidak sedikit orang beragama yang jiwanya kecanduan menggunakan FORCE, bukan POWER.

 .

Bersambung ke bagian 3 …

 .

Salam Quantum …

 .

.

ARIF RH

The Happiness Consultant

Updated: August 4, 2014 — 9:45 am

Leave a Reply

ARIF RH © 2014 | Design by Pandu Frontier Theme