ARIF RH

Change Your Vibration, Change Your Life

MULTIPLE SELF ; MENGGANDAKAN DIRI MENJADI BANYAK, MUNGKINKAH?

Bagi anda yang pernah menyimak catatan lawas saya berjudul kebatinan modern tentu masih ingat bahwa saya dulu pernah menekuni dunia mistik dan ilmu gaib. Di catatan lawas berseri bagian 1 sampai dengan bagian 10 tersebut saya share beberapa pengalaman-pengalaman aneh yang dulu saya kira itu semua gak bisa dijelaskan secara sains. Setelah mengenal dunia fisika quantum ternyata saya menemukan penjelasannya. Termasuk penjelasan tentang fenomena dulu beberapa teman pernah melihat saya di beberapa lokasi secara bersamaan padahal saya tidak ke lokasi tersebut. Nah loh ?! Yang bagian ini saya belum tuliskan di catatan lawas tersebut karena pada bagian 10 catatan tersebut saya hentikan. Padahal tadinya mau saya tulis sampai 20 bagian. Ya, terpaksa saya lakukan karena inbox yang masuk aneh-aneh dan saya merasa dilabeli dukun … Waduh !! Yo wis mendingan catatannya saya stop.

 .

Apa sih maksud dari judul multiple self itu? Sederhananya adalah sebuah fenomena menggandakan diri kita menjadi banyak. Saya yakin ada di antara anda yang pernah mendapatkan cerita bahwa kakek dan nenek moyang kita dulu bisa demikian. Orang tersebut ada di pulau jawa tapi juga kelihatan sedang ibadah haji di mekkah. Kok bisa? Sakti khan? He he he. Nah kabar baiknya sebenarnya setiap orang bisa melakukan itu bahkan secara alamiah. Bagi anda yang pernah ikut kelas privat vibrasi bersama saya atau pernah ikut workshop quantum x formation bersama mas ifan winarno tentu tidak aneh dengan hal ini karena perilaku partikel di dunia quantum juga demikian. Sebuah elektron bisa berada di sini dan dimana-mana sekaligus pada saat yang sama. Nah jika diri kita juga tersusun dari partikel maka sangat masuk akal kita juga bisa melakukan hal itu khan?

 .

Jadi pertanyaannya, apakah mungkin kita menggandakan diri kita? Ya jawabannya adalah mungkin. Prinsip dasarnya adalah bahwa segala sesuatu di alam semesta ini awalnya hanya samudera kemungkinan yang tiada batas yang “memadat” menjadi sebuah atau sesuatu saat kita mengamatinya. Pengamatan lah yang menjadikan sesuatu itu ada. Dalam fisika quantum hal ini disebut sebagai “the observer effect”. Paduan sempurna antara niat (intention) dan pengamatan (attention) inilah yang membentuk realitas. Dalam hal multiple self juga demikian. Ini berarti setiap orang bisa melakukannya termasuk anda. Lalu pengamatan yang bagaimana dan niat yang bagaimana? Ini yang sulit dibagikan lewat tulisan atau lewat telephone. Ini sebaiknya dibagikan secara langsung (live).

 .

Berdasarkan eksperimen pribadi dan banyak rekan, ternyata copy-an diri kita tersebut dalam keadaan tertentu bisa dilihat oleh orang lain secara fisik meskipun kita tidak memberitahukan soal ini kepada orang lain. Artinya, ini benar-benar sesuatu, bukan proyeksi keyakinan orang lain karena dampak kita cerita ke orang lain tersebut. Menarik bukan? Poool. Hingga saat ini meskipun tau penjelasannya saya masih terkagum-kagum. Bukan terkagum-kagum dengan multiple self nya. Saya kagum dengan DIA yang MAHA KUASA yang menciptakan diri manusia dengan sangat sempurna sehingga bisa melakukan hal-hal seperti ini. O ya, sampe sini masih skeptis kah anda? He he

 .

Eksperimen terakhir yang dieksplorasi saya dan teman saya dalam sebuah kasus dimana saya juga menjadi teman diskusi dalam penyelesaian kasus tersebut, metode ini juga digunakan. Teman saya ini sedang kena kasus penipuan dan bingung mencari siapa pelaku penipuan tersebut. Nah karena “kepepet” teknik multiple self ini digunakan. Sahabat saya membuat copy an dirinya dan ditugaskan untuk mencari siapa pelaku penipuan tersebut. Dan boleh percaya boleh tidak, akhirnya pelakunya ketemu. Ha ha ha. Keren. Asli keren, karena pelaku penipuan ini di dunia maya. Ini salah satu kasus dari beberapa kasus yang sudah dieksplore. Apakah semudah itu tekniknya? Gimana ya? Kalo udah dikasih tau caranya secara live ya mudah. Lewat tulisan begini ya susah.

 .

Nah, apakah metode ini pasti bekerja? Dalam analisa saya, metode ini efektif saat kita tidak banyak mempertanyakan. Saat banyak berlogika metode ini tidak bekerja. Satu lagi yang saya amati, rumusnya selalu itu lagi itu lagi. Apa itu? Ya setelah kita meng-copy diri kita dan dia diberi tugas tertentu, kita tidak boleh melekat dengan apapun hasilnya. Saat kita lepas tidak melekat, metode ini bekerja dengan sangat efektif. Yakin, tidak banyak berlogika dan lepaskan. Ketiga hal ini yang melatari intention dan attention yang saya sebut di paragraph sebelumnya.

 .

Wah, ini jin ya? Walaaah. Kalo anda sudah bawa-bawa jin saya gak ikut-ikut. Ini adalah diri kita sendiri, multiple self ! Gini lhooo, bukankah di dalam diri kita seperti ada banyak diri yang satu sama lain saling berdialog? Misalnya, saat pagi kita di atas kasur seperti ada dialog khan? Yang satu bilang segera bangun, yang satu bilang ayo tidur lagi. Nah fenomena itu bisa jadi contoh sederhana. Hanya saja dalam metode multiple self ini diri kita “dipisahkan di luar diri kita” menjadi sesuatu yang “mandiri sekaligus dalam kontrol kita”. Multiple self ini bisa kita panggil dan bisa kita hilangkan alias diintegrasikan lagi ke dalam diri kita. Lalu seberapa banyak kita bisa membuat ini? Saya belum tau, yang jelas bisa banyak sekali tapi ini not recommended. Karena saat semua copy-an kita itu melakukan tugasnya kadang kita seperti “lola” atau “hang” atau “lemot”. So, buat saja dengan jumlah seperlunya, jangan serakah he he.

 .

Apakah benar-benar copy-an diri kita ini nampak secara fisik? Saat dibuat ia hanya ada dalam imajinasi kita, namun dalam keadaan tertentu bisa nampak. Saat gelombang otak alpha atau theta saya kira orang bisa melihatnya. Beberapa hari terakhir memang saya merenung bahwa sangat mungkin multiple self ini bisa nyata secara fisik bukan hanya bisa dilihat dalam keadaan tertentu. Itu loh, seperti kagebunshin no jutsu (jurus seribu bayangan) milik Naruto dimana Naruto bisa menggandakan dirinya menjadi ribuan dan nyata bahkan bisa bertarung. Dan di level tertentu dengan jurus tersebut Naruto bisa memutuskan mana yang bisa menjadi aslinya dia. Tapi asli, saya belum nemu caranya supaya bisa begitu ha ha ha. Ini ngayal kok ha ha ha.

.

multiple self

.

Oh ya satu lagi. Guru saya berpesan, meskipun metode multiple self ini keren, kita perlu eling lan waspodho dalam menggunakannya. Jika kita menggunakannya untuk hal-hal yang tidak baik atau menggunakan ini untuk mendzalimi orang lain akan ada konsekuensinya. Karena hukum alam bekerja atas dasar keseimbangan dan keadilan dalam kehidupan. Jadi gunakan metode ini secara bijaksana. Atas dasar pertimbangan itulah tentang bagaimana cara untuk melakukannya tidak dibahas di sini, selain soal kesulitan menjelaskannya. Ya, khawatir metode ini digunakan sembarangan. Jika anda ingin lebih memahami bagaimana multiple self ini, silahkan menonton lagi film lawas THE MATRIX yang dibintangi Keanu Reeves. Tontonlah film trilogi itu dengan urutan seri 1, 3 lalu 2. Atau kalo mau yang lebih sederhana, nonton serial Naruto wakakakkk !!! Sekian. Sampai jumpa di catatan selanjutnya.

 .

Salam Vibrasi

 .

ARIF RH

Pengagum Fisika Quantum dan Pengagum Naruto

Updated: July 27, 2014 — 2:55 pm

Leave a Reply

ARIF RH © 2014 | Design by Pandu Frontier Theme