ARIF RH

Change Your Vibration, Change Your Life

Manunggaling Kawulo Lan Gusti – Bagian 3

Konsep Manunggaling Kawulo Lan Gusti memang harus dipahami dengan jernih tidak boleh menyertakan ego dan melepaskan doktrin di kepala kita. Bila tidak maka pembahasan tentang hal ini hanya semakin mempertebal RASA PALING BENAR SENDIRI dan yang terjadi adalah perdebatan yang semakin menjauhkan dari esensi. Padahal dalam Al Qur’an Allah sudah banyak sekali memberikan sinyal. Allah Maha Halus, Maha Meliputi segala sesuatu, Allah lebih dekat dari urat leher dan masih banyak lagi. So, konsekuensinya ya MANUNGGAL.

 .

Ketika membahas tentang Tuhan mohon sudut pandang kita sedikit diperluas, karena sudah diperluas pun tetap saja belum bisa mewadahi hal yang sebenarnya. Sehingga sebenarnya pertanyaan TUHAN ADA DIMANA? itu sebenarnya pertanyaan yang kurang tepat. Karena kata DIMANA berarti dalam ruang dan waktu. Padahal Tuhan itu bebas dari ruang dan waktu. Bahkan dalam sebuah diskusi dengan pak Fathi Ridwan Basalamah beliau menyebutkan dalam Hadits Qudsi ada sebuah statement yang artinya AKU (Allah) adalah SANG WAKTU … Ya wajar saja jika Allah menyebutkan bahwa diri-Nya lepas dari ruang dan waktu. Ingat, yang tidak bisa dibasahi ya yang membasahi. Yang tidak bisa terbakar ya yang membakar. Yang tidak lekang oleh waktu ya waktu itu sendiri.

 .

ruang-dan-waktu

.

Beberapa bulan yang lalu (sudah lama sekali) saya katakan TUHAN ITU TIDAK DIMANAPUN, TAPI ADA DIMANA-MANA. Kalimat itu sangat kontradiktif bukan? Tapi memang demikian lah kenyataannya. Karena Tuhan Maha Meliputi segala sesuatu ya demikian konsekuensinya. Nah tapi waktu itu status saya juga menuai kontroversi. Ada salah seorang yang protes : “LHO BERARTI TUHAN JUGA ADA DI WC? ITU KAN TEMPAT KOTOR?” … Lho, begini. Kembali, dalam membahas manunggaling kawulo lan gusti cara pandang kita jangan cara pandang sebagai manusia tunggal. Jangan dalam sudut pandang dunia 3 dimensi ini. Sekarang saya contohkan begini, di dalam TAHI dan TAHU itu ada elektron enggak? Jelas ada. Tanpa membahas struktur molekul yang membedakan, yang namanya elektron dimana-mana ya sama saja, elektron. Mau di dalam TAHU atau TAHI yo podo wae.

 .

Ketika sudut pandang kita dari dunia material betul bahwa TAHU itu tidak menjijikkan dan TAHI itu menjijikkan. Tapi di dunia yang lebih halus tidak demikian adanya. Nah ingat kemanunggalan Tuhan itu jangan dilihat dari kacamata dunia materi. Makanya saya katakan TUHAN TIDAK DIMANAPUN, TAPI ADA DIMANA-MANA. Tuhan selalu terlibat dalam segenap proses hidup, termasuk proses pembusukan di dalam septic tank. Bahkan Tuhan tidak segan memberi hidayah di kompleks pelacuran. Kadang ego kita untuk memuliakan Tuhan malah menjauhkan dari esensi kemuliaan itu sendiri.

 .

Kemanunggalan itu juga disinyalkan dengan penggunaan kata-kata subyek yang bergonta-ganti di dalam Al Qur’an ketika Allah menyebut diri-Nya. Kadang menggunakan AKU, kadang DIA dan kadang KAMI. Nah sebenarnya fenomena di zona quantum semua itu sama saja alias satu subyek. Di zona quantum kata DI SANA, DI SITU, DI SINI sama saja. Ya itu-itu juga “barang” nya. Bersambung ke bagian 4.

 .

 .

Salam Hakikat

ARIF RH

Updated: August 4, 2014 — 12:10 pm

Leave a Reply

ARIF RH © 2014 | Design by Pandu Frontier Theme