ARIF RH

Change Your Vibration, Change Your Life

KESADARAN dan RELATIVITAS KEBENARAN

Bagi anda yang pernah belajar ilmu filsafat pasti mengenal sosok yang bernama Heraklitos. Beliau mengatakan ; “Panta rei kai uden menei” yang artinya bahwa segala sesuatu itu mengalir, tidak ada sesuatu yang tetap dalam kehidupan ini. Sehingga sebenarnya kita tidak pernah melewati sungai yang sama dua kali. Kok bisa? Ya, ketika menyeberangi sungai dua kali kita saja yang merasa semuanya masih sama. Padahal kalau kita mau meneliti secara detail sungai itu, tidak lagi sama. Misal bebatuan yang ada di dasarnya sudah bergeser dan berubah. Kecepatan arusnya sudah berbeda dari yang pertama kali kita menyeberang. Dan sebagainya.

 .

Apa artinya? Bahwa pada hakikatnya SEGALA SESUATU itu sifatnya RELATIF, TIDAK ADA YANG MUTLAK. Lalu apa yang MUTLAK? Yang MUTLAK adalah RELATIVITAS itu sendiri. Sehingga ada sebuah istilah bahwa YANG TIDAK PERNAH BERUBAH ADALAH PERUBAHAN itu sendiri. Contoh yang paling dekat, coba perhatikan tubuh kita. Bukankah tubuh kita bukan lagi tubuh yang dulu. Bahkan secara mikro sel-sel tubuh kita selalu ada yang mati dan berganti dengan sel-sel yang baru. Jiwa kita pun berbeda dari waktu ke waktu. Dulu waktu kecil kita belum tahu siapa diri kita. Ketika orang-orang dewasa memanggil nama kita, kita belum menyadari bahwa nama yang mereka sebut-sebut itu adalah nama kita. Kita ini berubah baik secara fisik maupun non fisik.

 .relatif

Sekarang kita bawa ke ranah ilmu fisika. Dulu zaman Sir Isaac Newton didaulat bahwa sifat waktu itu ABSOLUT alias TETAP. Namun kemudian terbantahkan oleh seorang ilmuwan jenius bernama Albert Einstein. Ternyata waktu yang sebelumnya dianggap konstan juga sifatnya relatif. Semakin cepat sesuatu bergerak (apalagi sampai mendekati kecepatan cahaya) maka waktu bagi sesuatu tersebut melambat. Untuk mempermudah pemahaman Einstein menggambarkan relativitas waktu dengan bahasa sederhana begini ; “Bila anda sedang jatuh cinta, satu jam akan serasa seperdetik. Bila anda duduk di atas sisa arang yang masih merah dan panas, sedetik serasa satu jam. Itulah relativitas”

 .

Di atas sudah kita bahas sekilas baik dari filsafat, biologi dan fisika. Faktanya bahwa segala sesuatu itu RELATIF. Lalu apa kaitannya dengan peningkatan kesadaran? Begini. Orang yang masih mengedepankan RASA BENAR SENDIRI dan ORANG LAIN selain dia SALAH menunjukkan bahwa kesadaran orang tersebut belum menerima kenyataan bahwa segala sesuatu RELATIF. Akibatnya apa? Ia akan cenderung memaksakan kebenaran yang ia yakini. Ia berharap bahwa semua orang harus sama dengan yang dia pikirkan. Berharap bahwa pelangi hanya satu warna saja dan tidak sadar bahwa itu justru merusak keindahan pelangi itu sendiri.

.

Sementara itu orang yang sudah menyadari bahwa segala sesuatu itu RELATIF akan menerima kehidupan ini secara utuh. Menghargai perbedaan dengan sepenuh hati. Ia tidak mengatakan bahwa yang satu-satunya paling benar adalah dirinya dan merendahkan orang lain yang berbeda. Hidupnya damai dan mendamaikan. Ia membiarkan pelangi tetap berwarna-warni meskipun ia tahu sesungguhnya di tingkatan hakikat semua warna-warni itu sumbernya hanyalah satu warna saja.

 .

Pertanyaannya, kita ini termasuk yang mana? Bila saya melalui tulisan ini memaksakan anda semua untuk satu cara pandang dengan saya ya tentunya jelas saya termasuk yang mana bukan? Banyak alasan yang mendorong saya membuat tulisan sederhana ini. Salah satunya adalah karena adanya berbagai cap kepada saya sehubungan status-status dan note-note saya yang agak nyeleneh. Cap sesat juga sudah saya terima. Kafir juga ada. New age juga dilabelkan kepada saya. Ane borong semua yah? Okeee saya terima semua deh label-labelnya, hue he he.

 .

Di akhir, saya tegaskan sekali lagi “KEBENARAN MUTLAK DI DUNIA INI ADALAH BAHWA SEGALA SESUATU ITU RELATIF. Bila anda TIDAK SETUJU dengan statement tersebut maka SEMAKIN TERBUKTILAH apa yang barusan saya tulis dengan huruf besar dan saya beri tanda kutip itu itu he he he.

 .

 .

Salam Harmoni

ARIF RH

Updated: August 4, 2014 — 12:08 pm

Leave a Reply

ARIF RH © 2014 | Design by Pandu Frontier Theme